Era AI Untuk Programmer 30an

Tampil 03/February/2026

Bismillah

Kali ini gw mau cerita tentang manfaat AI buat gw, programmer yang udah kepala 3. Bersyukur bisa menikmati kemudahan dan merasakan manfaat dari AI sebagai Programmer. Hampir 10 tahun bergulat dengan Google dan DuckDuckGo untuk setiap permasalahan yang dihadapai saat mengembangkan sebuah sistem.

Ok, Selain mempercepat pekerjaan, AI juga mempermudah gw buat update update aplikasi yang aman, karena kadang ketika update package, ada aja celah keamaanannya, dan AI bisa mendeteksi ituh. Termasuk blog topidesta ini, dibantu AI buat upgrade-upgrade package yang kadaluarsa yang ada celah celah keamaanan, dan penambahan feature tahun di sidebar sebelah kanan.

Kebetulan saat implementasi AI di pekerjaan itu saat project pembuatan Halaman Administrasi dan Service API untuk travel, di bulan Desember kemaren gw sempet ngerjain project dibantu AI, sebetulnya kalo gak pake AI bisa jadi otak gw bisa meledak lagi. hehe, Selama 1 bulan gw buat Aplikasi Backend dan Admin Travel Vizitrip, kurang lebih tampilan seperti ini.

dashboard

Semua design disesuaikan dengan TIM Designer lainnya, bayangkan aja gw sendirian, layout design base tidak tersedia, jadilah gw nyomot base design di github, di link berikut:

https://github.com/mdestafadilah/codeigniter4-rbac-shield

repo itu udah gw integrasiin dengan Shield, lebih powerfull dan secure ketimbang project aplikasi backend di vizitrip, kurang lebih tampilannya seperti ini.

codeigniter-4-shield

Akhirnya selain buat aplikasi backend beberapa aplikasi internal termasuk blog topidesta ini untuk update beberapa package dikerjakan oleh AI ~ Antigravity.

Jadi, buat gw yang berumur 36 Tahun ini, selama jadi Programmer, AI itu lumayan juga buat Assisten budak yang pintar ketika otak gw mau meledak ~ Burn Out ~, meskipun gw masih menggunakan Pencarian Normal di Forum forum atau duckduckgo.

FLOW BUILD APP WITH AI

Flow development yang Anda pakai bisa dijelaskan seperti ini:

  1. PRD First

Semua kebutuhan sistem ditulis dulu dalam bentuk PRD (Product Requirement Document) agar scope, fitur, dan alur kerja jelas sejak awal.

  1. Markdown-Based Documentation

PRD disimpan dalam format Markdown (.md) supaya ringan, mudah di-versioning di Git, dan gampang diproses AI.

  1. Reusable AI Skills

Dokumen kemudian dipecah menjadi modul kecil berbentuk AI skills/prompts reusable mengikuti pola seperti AgentSkills.io, sehingga tiap skill punya tugas spesifik dan bisa dipakai ulang lintas project.

  1. AI-Assisted Development

Skill tersebut diintegrasikan ke:

  • GitHub Copilot untuk coding assistance
  • Ollama dengan model lokal seperti Qwen agar workflow tetap privat, cepat, dan bisa berjalan offline.
  1. Result

Hasilnya adalah workflow development yang:

  • terdokumentasi,
  • AI-native,
  • reusable,
  • scalable,

dan lebih konsisten dari requirement sampai implementasi kode.

UPDATE

Barusan buka linkedin, dan nemu info ini.

ai-tech-structure

Ternyata kita bisa bikin perusahaan dimana AI sebagai karyawan kita yang bukan sebagai Pengambil keputusan.

Have a nice day!

Source

  1. https://www.linkedin.com/posts/activity-7423712953775902720-dGOk?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAheWi0BIInoyxeMs_pYYJU9nfDkVe20DQI